Selasa, 11 Oktober 2011

Bahayakah bila bayi terjatuh?

Beberapa minggu lalu, anakku jatuh yang ketiga kalinya dari tempat tidur. Saat menerima khabar tsb di kantor jelas sbg mamanya jadi khawatir, takut, dsb. Tapi daripada mikir yang ngga2 aku browsing aja cari2 info tentang bayi jatuh...

Pengirim : Irawan Mangunatmadja
IDAI Cabang : DKI Jakarta

Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada anak baik di dalam maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat khawatir akan akibat yang terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat orangtua mengetahui anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai.

Beberapa pertanyaan yang timbul adalah: apa yang harus orangtua lakukan, haruskah segera dibawa ke Rumah Sakit. Apakah perlu di lakukan pemeriksaan CT Scan kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh, apakah akan berpengaruh di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh?

Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak selalu menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah samping kepala akibat jatuh ternyata dapat menimbulkan kegawatan.

Sebenarnya informasi yang perlu diketahui tentang anak jatuh adalah:

  • Posisi jatuh?
  • Bagian yang terbentur lantai: muka, kepala, atau bagian tubuh lainnya?
  • Apakah anak pingsan, berapa lama?
  • Adakah benjolan di daerah kepala?
  • Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau tungkai?
  • Adakah sakit kepala atau muntah?
Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya perlu melakukan pemeriksaan:

  • Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil namanya, goyangkan badannya.
  • Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit penekanan, sehingga memastikan adakah benjolan, nyeri, atau "dekok" (fraktur kompresi) di kepala.
  • Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun apakah membonjol atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak, dapat terjadi karena perdarahan.
  • Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk memastikan tidak ada patahtulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
  • Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut wajah atau senyumnya adakah perubahan?
  • Pastikan penglihatannya tidak terganggu.
Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama observasi didapatkan:

  • Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
  • Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
  • Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas.
  • Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin bertambah.
  • Adanya kekakuan di leher.
  • Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah samping kepala (temporal).
Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala untuk melihat adakah perdarahan otak. Rontgen kepala saat initidak dianjurkan lagi.

Pemeriksaan kepala dilakukan atas indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan tidak harus segera setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat berlangsung sedikit demi sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan umumnya tidak akan mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari.

Pencegahan:

  • Pada bayi kurang dari 6 bulan, apabila sudah dapat berguling, taruhlah kasur di tempat tidur
  • Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di tempat tidurnya.
  • Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat, jangan sampai menarik taplak meja atau pintu rak lemari.
  • Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan.
  • Jangan biarkan air seni berserakan di lantai
  • Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main dorong dorongan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar