Minggu, 19 September 2010

Hamil 15 minggu : Kram, kaku, kesemutan di tangan

Ngga terasa, usia kehamilanku sudah masuk 15 minggu. Kemarin waktu kontrol sempet ditegur dokter, soalnya BB naik 3,5kg??!! wawww, aku aja pas nimbang kaget banget...koq sebanyak itu? dipikir2 lagi, kayanya efek lebaran nihhh. Maklum deh lebaran banyak makanan enak & kue2 manis. Plus mudik jadi mau ga mau biar stamina kuat banyak makan, plus pup nya agak ngga terartur..hehehehe...walhasil tralaaa....

Anyway, masuk minggu ke 15 ada perubahan drastis di tubuh. Eneg udah mulai jauh berkurang, tapi kadangkala sih malem2 masih suka muntah2. Pup alhamdulillah sampai saat ini termasuk lancar & rutin tiap hari. Nafsu makan ga terlalu naik koq, masih taraf normal. Emang sihhh sesekali suka laper terus tiap 2 jam, tapi coba diakalin makan buah & minum aja dehh.

Perubahan terbesar nihhh, di tangan terutama jari-jari. Menjelang malam sendi2 di jari ngilu & nyeri, lama-lama menjalar ke sendi di pergelangan tangan & siku. Pas tidur nihh tangan kaku, kebas, kesemutan, dan ngga bisa dikepalkan. Bangun pagi rasanya ngga karuan banget taangan kanan & kiri, sampe mau nyapu ngepel nyuci aja ngga bisa. Pegang gayung mau mandi aja nihh linu banget. Waktu kontrol laporan ke dokter, dikasih vitamin kalsium dan penambah darah. Tapi tetep aja penasaran, ini efek kehamilan atau ada kelainan yaa....hikssss....Akhirnya browsing2 nemu deh artikel berikut ini :


Kaki & Tangan Nyeri Saat Hamil

Kaki kram, bengkak, tak mau diam, atau tangan pegal, sering terjadi pada ibu hamil. Apa yang harus ibu dilakukan? Saat kehamilan memasuki trimester kedua atau ketiga, kaki dan tangan biasanya mulai 'bermasalah'. Yuk, kita deteksi gangguan yang bisa timbul dan cara mengatasinya!

  1. RLS
    Sekitar 15% wanita hamil mengalami Restless Legs Syndrome (RLS - sindrom kaki aktif) pada paruh kedua kehamilan, ketika gerakan janin seperti merangkak, bergeser pelan, atau kaki bergerak-gerak, mulai mengganggu tidur si calon ibu.

    Biasanya sensasi yang dirasakan calon ibu ini berkisar antara tumit dan lutut. Namun sebagian wanita juga mengalami sensasi tak mengenakkan pada betis atau paha. Sebagian kecil wanita hamil mengalami kram, perasaan terbakar, atau sakit. Namun umumnya, yang terjadi adalah keinginan kuat untuk menggerak-gerakkan kaki.

    Sayangnya, latihan peregangan, menekuk kaki, menggosok-gosok kaki, atau berjalan-jalan, hanya memberi kesembuhan sementara. Ketika ibu berbaring lagi, gejala-gejala itu timbul lagi. Kondisi ini umumnya timbul saat ibu beristirahat, khususnya sebelum tertidur. Gejala-gejala juga bisa terjadi pada waktu lain, khususnya ketika duduk lama, seperti saat nonton bioskop atau berkendaraan jauh.

    Belum diketahui apa penyebab RLS. Namun banyak wanita mengalaminya saat hamil. Salah satu teori, RLS berkaitan dengan kekurangan zat besi (anemia), yang umum terjadi selama kehamilan. Pada wanita hamil, RLS biasanya berkembang setelah minggu ke-20 ketika kekurangan zat besi biasanya mulai timbul.

    Apa yang bisa dilakukan?
    RLS tidak dipandang sebagai kondisi medis yang serius, namun bisa berupa gangguan ringan sampai parah. Meski beberapa obat dapat mengobati RLS, hampir semuanya tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Cobalah minta dokter mengetes darah, untuk tahu apakah ibu anemia atau tidak. Bagi banyak orang, suplemen zat besi bisa mengobati RLS.

    Hindari kafein, karena memperparah gejala RLS. Juga, hindari berbaring di tempat tidur sambil membaca atau menonton TV. Makin lama ibu berbaring, gejala RLS makin parah. Lebih baik naik tempat tidur hanya ketika ibu benar-benar siap tidur.
  2. Kram Kaki
    Selama hamil, jantung, ginjal dan sistem sirkulasi bekerja lebih keras untuk membantu calon ibu berfungsi normal. Otot-otot tubuh, yang menyangga tubuh ibu, juga makin bekerja keras akibat tekanan yang meningkat. Karenanya jangan kaget, ketika ibu capek, kaki mendadak kram, khususnya di trimeser kedua dan ketiga. Sakit akibat kram ini dapat membangunkan ibu dari tidur nyenyak.

    Kelelahan otot bukan satu-satunya penyebab kram kaki. Terlalu banyak fosfor (ada dalam daging olahan, camilan, dan minuman soda), terlalu sedikit kalsium dan potassium dalam darah, juga dapat menyebabkan kejang otot. Ketika rahim membesar, rahim ini memberikan tekanan pada saraf-saraf dari daerah perut yang menuju kaki sehingga timbul kram.

    Apa yang bisa dilakukan?
    Dokter dapat menyarankan ibu hamil untuk mengubah pola makan atau mengkonsumsi suplemen. Misalnya, makan pisang untuk meningkatkan pemasukan potassium atau minum segelas susu untuk tambahan kalsium. Namun jangan mengkonsumsi suplemen herbal atau vitamin tanpa berdiskusi dengan dokter.

    Untuk mencegah kram otot, regangkan otot-otot kaki beberapa kali sebelum istirahat tidur. Hindari berdiri atau duduk lama dengan kaki bersilang. Putar tumit dan juga jari-jari kaku ketika duduk, makan malam, atau nonton TV. Kalau masih tetap masih kram, segera lakukan latihan peregangan: luruskan tumit dan kaki, dan secara perlahan tekuk tumit dan jari-jari. Pertamanya agak sakit, namun rasa sakit kram secara bertahap akan hilang. Ibu juga bisa memijat otot atau menghangatkannya dengan air hangat dalam botol. Berjalan-jalan sebentar juga bisa membantu.

    Jika kram otot itu konstan dan tidak hanya sesekali, atau ibu melihat pembengkakan dan bagian kaki melunak, kontak dokter. Pada kasus yang jarang -1 dari 2.000 kehamilan- ibu mungkin mengalami trombosis vena atau penggumpalan darah, yang membutuhkan penanganan medis segera.
  3. Tangan Nyeri dan Kebal
  4. Keluhan tangan nyeri juga sering dialami wanita hamil. Penyebabnya, saluran kepal di pergelangan tangan -tempat lewatnya saraf- membengkak selama kehamilan. Tekanan karena bengkak ini menimbulkan rasa kebal, kesemutan, panas dan nyeri. Gejala ini juga dapat menyebar ke bagian tangan lain, seperti pergelangan dan lengan. Keluhan ini lebih parah pada malam hari karena ada pengaruh gaya berat badan, sehingga cairan berkumpul di tangan. Akibatnya pembengkakan, rasa panas dan nyeri makin parah di malam hari. Apa yang bisa dilakukan? Hindari posisi tidur di mana tangan tertimpa kepala atau berat tubuh. Ini dapat memperparah kondisi ibu. Untuk meredakan rasa kebal, gantungkan tangan pada pegangan tempat tidur dan kibas-kibaskan dengan kuat. Bila tidak juga reda dengan cara ini, konsultasikan dengan dokter.
  5. Kaki Bengkak (Edema)
    Saat hamil, terjadi pengumpulan cairan dalam jaringan tubuh. Rata-rata calon ibu mengumpulkan 3-6 liter cairan, dan separonya terjadi dalam 10 minggu terakhir kehamilan. Itu sebabnya sering timbul edema, yakni pembengkakan karena tertahannya cairan di dalam jaringan tubuh.

    Tak semua wanita hamil mengalami edema. Sekitar 75% wanita hamil biasanya mengalami edema. Edema yang normal maupun tidak normal biasanya mulai muncul pada bulan ke-8 kehamilan. Tapi pada beberapa ibu hamil sudah mengalami pembengkakan pada bulan ke-6.

    Apa yang bisa dilakukan?
    Pembengkakan pada kaki dan mata kaki tanpa ada gejala lainnya dianggap sangat normal. Umumnya edema yang normal tidak menimbulkan akibat apa-apa kecuali rasa tidak enak dan pegal-pegal. Tetapi biarpun tidak berbahaya, ibu tetap harus waspada. Bisa saja terjadi edema yang tidak normal. Bengkak yang besar misalnya, bila dibarengi dengan kenaikan berat badan yang cepat, mungkin berkaitan dengan pre-eklampsia berat. Jadi, periksa ke dokter kandungan yang akan meneliti adakah protein dalam urin ibu hamil, bagaimana tekanan darahnya, dsb. Pada edema tidak normal, pembengkakan bisa terjadi di seluruh tubuh, seperti kaki, tungkai, tangan, dan wajah.

    Bila dokter tidak menemukan gejala pre-eklampsia, bisa saja edema ibu hamil normal-normal saja. Mungkin saja itu karena kehamilan yang sudah tua. Seringkali, karena janin cukup besar menghambat aliran bagian bawah tubuh ke atas. Akibatnya cairan menumpuk di bawah dan menyebabkan edema di kaki dan mata kaki.

    Untuk mengatasinya, sering-seringlah beristirahat. Jangan terus-terusan berdiri atau duduk saja. Berbaringlah dengan posisi kaki lebih tinggi dari badan. Lebih baik dengan berbaring miring ke kiri. Gunakan sepatu atau sandal yang enak, dan hindari kaus kaki atau stocking yang berikat elastik pada ujungnya. Ibu juga perlu menambah ukuran sepatu atau sandal 1-2 nomor dari biasanya.

    Bantulah tubuh untuk mengeluarkan produk sisa dengan minuman cairan sedikitnya 8-10 gelas berukuran 250 gram sehari. Memang kedengarannya aneh. Tubuh sudah bertimbun cairan kok harus ditambah minum banyak-banyak? Namun justru minum dalam jumlah banyak membantu wanita hamil menghindari tertahannya cairan yang bertimbun dalam jaringan tubuh. Tetapi, hindari mengisi perut dengan begitu banyak cairan sekaligus, sebab bisa membuat ibu malas mengkonsumsi unsur-unsur lain yang diperlukan. Jangan mengkonsumsi garam berlebihan karena dapat menambah tertahannya cairan dalam tubuh.

          Sumber: Tabloid Ibu Anak


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar