Tampilkan postingan dengan label KB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

MEMILIH KONTRASEPSI

Bagi Anda yang merupakan pasangan baru menikah dan berkeinginan untuk menunda mempunyai anak, memilih untuk mengikuti program Keluarga Berencana adalah solusinya.

Di dalam program ini disediakan beragam pilihan kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan akseptor, dengan catatan dikonsultasikan dengan dokter terakait terlebih dahulu.


Berikut ini adalah uraian mengenai beberapa pilihan kontrasepsi yang bisa dijadikan referensi untuk bunda sebelum menjatuhkan pilihan pada satu jenis kontrasepsi :
 
 
  1. Kontrasepsi hormonal

    Kontrasepsi hormonal (progesteron) terkadang menimbulkan gangguan menstruasi. Meski penggunanya haid, darah yang keluar sedikit dan tidak teratur. Namun, dr Dwiana mengatakan, hal itu tidak berbahaya bagi kesehatan.

    • Pil KB

    Pil KB dosis rendah adalah kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui karena mengandung hormon progesterone. Bila anda menginginkan kehamilan, penggunaan pil KB dapat dihentikan seketika.

    Cuma, wanita pengguna pil KB harus taat waktu, yakni tidak boleh lupa meminum pil, setiap hari. Bila alpa, risikonya hamil. Karena itu, kontrasepsi ini kayaknya rada kurang diminati wanita aktif.


    • Suntik KB

    suntik KB memiliki ‘masa suntik’ bervariasi. Ada per satu bulan. Ada pula per tiga bulan. Untuk KB suntik per satu bulan, wanita menyusui harus waspada: Jangan menggunakan!. Pasalnya, menurut dr Dwiana Ocviyanti SpOG (K), suntik KB satu bulan mengandung unsur estrogen.

    • Susuk KB (implant)

    kontrasepsi hormonal yang aman untuk ibu menyusui karena mengandung progesteron, yakni susuk KB atau implant. Ini adalah kontrasepsi jangka panjang. Karena sekali ‘ditanam’ di bawah jaringan kulit, kontrasepsi ini akan berfungsi selama tiga tahun (satu batang), lima tahun (enam batang), dan tiga tahun (dua batang).

  2. Kontrasepsi non hormonal

    Bagi kaum wanita yang tidak ingin dibuat repot dan bertanya-tanya tentang efek samping kontrasepsi hormonal, kontrasepsi non hormonal bisa menjadi pilihan berikut.

    • IUD

    Dalam kelompok ini ada IUD. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah sebutan lain IUD. Bentuk umum kontrasepsi ini adalah T.

    Yang perlu diketahui, IUD dapat ‘ditanam’ di dalam rahim seorang ibu setelah enam minggu melahirkan. Bila belum menstruasi. Tak soal. IUD tetap dapat dipasang.

    • Kondom

    Kontrasepsi yang beredar dan mudah didapat adalah kondom. Walaupun program KB belum sepenuh hati mengakui kondom sebagai bagian dari program, jenis kontrasepsi ini belakangan semakin dikenal oleh masyarakat luas, sebagai alat penangkal HIV/AIDS.

    Selain disuluhkan sebagai cara menjarangkan kehamilan, kondom juga disosialisasikan sebagai alat mencegah penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.
     
  3. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

    Kontrasepsi ini umumnya digunakan oleh mereka yang benar-benar tidak menginginkan anak lagi, dengan batasan usia tertentu (di atas 40 tahun) atau sesuai anjuran dokter.

    Kontrasepsi ini Berupa vasektomi dan tubektomi, yang secara awam dapat diartikan sebagai pengikatan saluran sperma dan indung telur. Dengan memakai teknologi terkini, proses jalannya operasi (operasi kecil) vasektomi/ tubektomi hanya memakan waktu tak lebih dari 10 menit. Pasien bisa langsung pulang.

    Meski dengan ditemukannya sistem rekanalisasi (dibukanya ikatan pada saluran sperma atau indung telur), dunia medis belum begitu yakin kesuburan akan dapat pulih kembali. Karena itu, mereka yang menjatuhkan pilihan untuk menggunakan cara KB ini akan menjalani proses konsultasi ketat.
 
Kembali lagi, untuk dapat menentukan jenis kontrasepsi yang tepat untuk bunda dan pasangan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait.

Jika enggan memakai kontrasepsi, tidak dianjurkan menggunakan sistem kalender. Hal tersebut dikarenakan siklus haid yang belum teratur tidak menjamin sistem itu berjalan aman. Bisa-bisa gagal, dan rencana bunda untuk menunda memiliki momongan pun batal.

sumber : bkkbn online

Jaga Jarak Aman Menambah Momongan

Bila membaca judul artikel kali ini mungkin asumsi akan terbawa pada peraturan lalu lintas yang mengingatkan para pengendara untuk menjaga jarak dengan kendaraan sekitarnya guna menghindari terjadinya hal-hal buruk yang tidak diinginkan, seperti misalnya kecelakaan.

Lalu apa hubungannya dengan bunda...?

Pasti ada, karena... jaga jarak aman yang dimaksud disini ditujukan untuk pertimbangan memiliki tambahan momongan. Melanjutkan artikel sebelumnya, yang membahas mengenai beberapa pertimbangan untuk menambah momongan.

Kali ini topik yang akan dibahas yaitu tentang pertimbangan jarak usia antara anak yang satu dengan yang lain. Berikut ini adalah hasil penelitian yang mendukung pembahasan tersebut :
 
  • 18 -23 bulan
 Menunggu hingga periode waktu tersebut untuk hamil lagi sesudah melahirkan merupakan waktu yang tepat bagi kesehatan bayi yang dikandung.

Hamil kurang dari enam bulan sesudah melahirkan dapat menyebabkan kelahiran prematur (40 persen) atau si bayi kekurangan berat badan. Sementara kehamilan dengan jarak 10 tahun sesudah melahirkan mempunyai risiko dua kali lipat pada masa pra-kelahiran.
 
  • 24 sampai 35 bulan
Jarak yang termasuk ideal untuk merencanakan kehamilan. Bila kurang dari jarak tersebut, biasanya mempunyai risiko bayi lahir dengan berat badan kurang. Ingat,ibu pun butuh waktu untuk pulih dari stres dan kekurangan gizi sesudah kehamilan terdahulu.
 
  • Usia anak sebelumnya berusia di bawah satu tahun atau di atas empat tahun
Merupakan jarak yang tepat bila pertimbangannya didasarkan pada hubungan kakak-beradik dengan orang tua, persaingan saudara sekandung, dan rasa percaya diri mereka. Anak-anak di bawah setahun belum merasakan status istimewa yang mereka miliki, sementara anak di atas empat tahun sudah cukup puas menikmati perhatian dari ayah-ibunya. Ditambah lagi, mereka sudah mempunyai kesibukan sendiri.


sumber: bkkbn.go.id

JENIS KONTRASEPSI ALTERNATIF (II)

Jenis kontrasepsi yang akan dibahas kali ini adalah alternatif yang tergolong kategori kontrasepsi alami. Umumnya, jenis ini lebih diminati karena efek sampingnya cenderung lebih sedikit.

Terutama bagi para wanita yang berkeinginan untuk menunda kehamilan usai masa nifas setelah melahirkan. Dengan metode kontrasepsi alami, keinginan tersebut masih dapat diwujudkan tanpa perlu merasa khawatir mengganggu produksi ASI untuk si kecil.

Apa saja yang termasuk ke dalam metode kontrasepsi alami dan keunggulan serta kekurangannya dapat di temukan lebih lanjut pada uraian berikut.

SISTEM KALENDER
  • Wanita harus mengetahui masa subur wanita dalam siklus haidnya.
  • Sistem kalender adalah: pada masa subur tidak berhubungan seks. Bila berhubungan gunakanlah kondom, tissu KB, diafragma dan kap, atau sanggama terputus selama masa subur.
  • Dapat efektif bila dilakukan dengan benar. Namun pada kenyataannya sering kurang efektif.
  • Diperlukan kerjasama yang baik dengan pasangannya, karena sulit untuk menghindari hubungan seksual untuk waktu yang lama.
  • Tidak ada efek samping fisik.
  • Cara ini dianjurkan apabila cara KB lain sulit dipergunakan pada waktu menderita demam, infeksi vagina, setelah melahirkan atau pada waktu menyusui.
     
METODE LAM (Lactational Amenorrhoe Methode) / PEMBERIAN ASI
  • Cara KB melalui menyusui eksklusif (menyusui bayi dari 0 s/d 4 bulan tanpa makanan tambahan).
  • Seorang wanita menyusui dikatakan menggunakan metoda LAM, bila:
  • Menyusui secara penuh atau bayinya tidak mendapat makanan tambahan, ibu sering memberikan ASI, siang dan malam;
  • Belum mendapat haid;
  • Bayinya belum berumur 6 bulan.
  • Wanita sebaiknya sudah merencanakan penggunaan cara KB lain, bila tidak menggunakan LAM.
sumber : bkkbn online

JENIS KONTRASEPSI ALTERNATIF (I)

Selain hormonal dan non hormonal, masih terdapat jenis kontrasepsi lainnya, yaitu vasektomi (pria) dan tubekomi (wanita). Kontrasepsi ini digunakan oleh mereka yang sudah memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi, dengan batasan usia tertentu (di atas 40 tahun) atau sesuai anjuran dokter.

Secara awam, kontrasepsi ini dikenal sebagi pengikatan saluran sperma dan indung telur. Dengan memakai teknologi terkini, proses jalannya operasi (operasi kecil) vasektomi/ tubektomi hanya memakan waktu tak lebih dari 10 menit. Sesudahnya, pasien tidak perlu rawat inap atau dengan kata lain bisa langsung pulang.

Kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi tersebut, dapat dilihat pada uraian berikut ini.

METODE OPERASI WANITA (MOP) / TUBEKTOMI
 
  • Cara KB permanent bagi wanita yang yakin tidak ingin mempunyai anak lagi pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan.

  • Operasi yang aman dan sederhana. Hanya memerlukan bius lokal.

  • Sangat efektif.

  • Belum ada efek samping jangka panjang. Mengalami ketidak-nyamanan setelah operasi. Komplikasi yang serius karena operasi jarang terjadi.

  • Tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun perasaan seksual.
METODE OPERASI PRIA (MOP) / VASEKTOMI
  
  • Cara KB permanent bagi pria yang sudah memutuskan tidak ingin mempunyai anak lagi. Pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan.

  • Operasi yang aman, dan mudah. Memerlukan hanya beberapa menit di klinik atau praktek dokter. Menggunakan bius lokal.

  • Baru efektif setelah ejakulasi 20 kali atau 3 bulan pasca operasi. Sebelum itu masih harus menggunakan kondom.

  • Tidak ada efek samping jangka panjang.

  • Tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun kepuasan seksual.
 
 
sumber : bkkbn online

Keuntungan dan Efek Samping KB IUD

Apakah Bunda berniat mengikuti program Keluarga Berencana (KB)? Kalau ya, mungkin Bunda pernah mendengar beberapa informasi mengenai efek samping KB. Misalnya wajah berjerawat, berat badan bertambah, sulit hamil di kemudian hari dan masih banyak penjelasan lain yang belum tentu benar. Bagaimana dengan KB jenis IUD?

KB IUD adalah alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) berbentuk T terbuat dari plastik yang lentur yang akan menghalangi sperma bertemu sel telur sehingga kehamilan tidak akan terjadi. Pada ujung bagian bawahnya terdapat tali yang dimasukkan dalam rahim. Fungsi tali ini adalah untuk mengecek apakah IUD masih terpasang dengan tepat dan baik.  Pemasangan KB IUD ini pun tidak terlalu lama, bisa dilakukan dengan rawat jalan dan sesekali mengontrolnya ke dokter.

Ada dua jenis KB IUD. Pertama KB IUD tembaga (Copper), cara kerjanya dengan melepaskan partikel tembaga yang dapat membunuh sperma sehingga sperma gagal bertemu sel telur. Jenis lainnya yaitu  KB IUD dengan hormon yang melepaskan hormon progestin.

KB IUD ini cenderung aman, tidak mahal dan sangat efektif mencegah kehamilan. Keuntungan KB IUD ini antara lain:
• Bertahan dalam jangka panjang 5-10 tahun
• Tak perlu kuatir lupa seperti layaknya kontrasepsi pil
• Tidak mengganggu program menyusui
• Tidak terasa oleh Bunda mau pun suami saat berhubungan
• Tetap bisa berolahraga, seperti berenang dan jenis olahraga lainnya

Meski memiliki keuntungan yang cukup menggiurkan namun, Bunda perlu mewaspadai efek sampingnya. Efek samping yang biasa terjadi seperti kram dan sakit pinggang setelah beberapa jam pemasangan. Beberapa Bunda mengalami pendarahan ringan dan nyeri setelah beberapa minggu pemasangan. Pada IUD tembaga terkadang volume haid lebih banyak, cairan vagina bertambah dan resiko keputihan lebih besar. Tak perlu kuatir berlebih, yang penting tetaplah berkonsultasi dengan dokter.

Tips :
Lakukan pengecekan sebulan sekali (setelah haid) dengan memasukkan jari ke dalam vagina untuk mengetahui apakah tali IUD masih terpasang atau lepas. Bila terasa tali IUD tidak terpasang atau kendur lakukan pengecekan ke dokter.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KONTRASEPSI HORMONAL

kontrasepsi hormonal (progesteron) terkadang menimbulkan gangguan pada siklus menstruasi.

Namun untuk lebih jelas mengenai kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi hormonal tersebut, dapat dibaca lebih jelas melalui uraian berikut ini.

PIL KB KOMBINASI
  • Sangat efektif bila diminum setiap hari.
  • Bila berhenti minum Pil KB dapat terjadi kehamilan.
  • Pada bulan-bulan pertama pemakaian mungkin dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, perdarahan atau flek diantara masa haid, kenaikan berat badan, atau sakit kepala. Semua gejala ini tidak berbahaya.
  • Aman untuk hampir semua wanita karena efek samping jarang terjadi.
  • Dapat digunakan wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang belum mempunyai anak.
  • Dapat mencegah penyakit kanker tertentu, kurang darah (akibat kekurangan zat besi), nyeri pada waktu haid dan beberapa kesehatan lain.
SUNTIK KB
  • Sangat efektif untuk mencegah kehamilan bila disuntik setiap 1 bulan atau 3 bulan (sesuai dengan jenis suntik KB).
  • Gangguan perdarahan biasa terjadi – seperti flek-flek, perdarahan ringan diantara 2 masa haid. Setelah pemakaian satu tahun sering tidak mengalami haid. Kenaikan berat badan juga biasa terjadi atau timbul sakit kepala ringan.
  • Dapat digunakan wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang belum mempunyai anak.
  • Bila berhenti memakai cara KB ini, kehamilan dapat segera terjadi.
  • Aman digunakan pada masa menyusui, setelah 6 minggu sehabis melahirkan.
  • Membantu mencegah kanker rahim; mencegah kehamilan di luar rahim
SUSUK KB
  • Tersedia 3 macam susuk KB terdiri dari 1 batang, 2 batang, dan 6 batang.
  • 1,2 atau 6 buah batang ini dimasukkan dibawah kulit pada lengan bagian atas.
  • Sangat efektif untuk masa 3 tahun (untuk jenis 1 dan 2 batang) dan 5 tahun (untuk jenis 6 batang).
  • Bila diinginkan, susuk KB dapat diangkat setiap waktu.
  • Segera setelah susuk KB diangkat, wanita dapat hamil.
  • Perubahan pola haid masih dalam batas normal – perdarahan ringan diantara masa haid, flek-flek atau tidak haid. Juga timbul sakit kepala ringan.
  • Aman digunakan pada masa menyusui, dipasang setelah 6 minggu sehabis melahirkan.
  • Membantu mencegah anemia dan kehamilan di luar kandungan.
 
sumber : bkkbn online

KONTRASEPSI NON HORMONAL

Selain jenis hormonal, kontrasepsi pun tersedia dalam jenis non hormonal, seperti misalnya penggunaan IUD dan kondom.

Bagi kaum wanita yang menyukai kepraktisan dan merasa kurang menyukai efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal, jenis kontrasepsi non hormonal bisa dijadikan alternatif.

Sedangkan kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi non hormonal tersebut, dapat dibaca lebih jelas melalui uraian berikut ini.

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD
  • Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan ke dalam rongga rahim oleh seorang bidan / dokter terlatih.
  • Sangat efektif, dan bila berhenti memakai AKDR, kehamilan dapat terjadi. AKDR ini merupakan cara KB jangka panjang.
  • AKDR tipe TCu-380 A misalnya, efektif paling sedikit selama 10 tahun.
  • Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian. Mengalami sedikit ketidak-nyamanan setelah IUD dipasang.
  • Tidak ada pengaruh terhadap ASI. Seorang dokter / bidan yang telah mendapat pelatihan khusus dapat memasangnya segera setelah melahirkan.
  • Infeksi panggul cenderung menyerang pemakai IUD terlebih lagi apabila si pemakai telah terjangkit penyakit menular seksual.
  • IUD dapat keluar sendiri pada waktu mengedan, khususnya pada bulan-bulan pertama pemakaian, jadi sangat penting memeriksakan talinya.
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita yang mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS).
KONDOM
  • Selain mencegah kehamilan juga dapat melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV / AIDS.
  • Kondom dapat digunakan untuk mencegah HIV / AIDS, sekaligus ber KB
  • Dengan sedikit berlatih – mudah digunakan secara benar.
  • Efektif bila setiap dilakukan secara benar.
  • Beberapa pria merasa bahwa kondom mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan.
METODE SEDERHANA / VAGINAL
  • Spermisid (tissu KB), diafragma dan kap, merupakan cara KB yang dapat dipakai sendiri oleh wanita.
  • Harus dimasukkan ke dalam vagina (liang senggama) setiap kali sebelum berhubungan. Dilakukan sebelum mengadakan hubungan seks.
  • Efektif bila digunakan secara benar.
  • Dapat membantu mencegah penyakit menular seksual.
  • Menggunakan cara KB ini, cenderung untuk terkena infeksi saluran kencing.
  • Tissu KB tidak mudah didapat.
sumber : bkkbn online